Selamat Datang di tomboati
Lukisan Gypsum
GALERI SENI Panti Al-Ikhlas mengeluarkan koleksi lukisan unik karya Romo Chondro sebagai seorang perupa. Tahun 2001 sang perupa menemukan inovasi karya dan estetika seni dengan media gypsum. Karya-karya seni lukis gypsum Romo Chondro sebelumnya telah dikoleksi oleh para kolektor, di antaranya: Ibu Megawati Soekarno Putri (Presiden RI, mantan), Bapak Susilo Sudarman (Menteri Koordinator, mantan), Bapak Joop Ave (Menteri Pariwisata, mantan), Bapak Tyasno Sudarto (KASAD, mantan), Bapak Gani Jemat, SH (Lawyer), dan lain-lain.
Silakan Anda singgah dan menikmati karya seni lukis gypsum di GALERI SENI Panti Al-Ikhlas. Sebagai sebuah galeri, GALERI SENI Panti Al-Ikhlas juga terbuka bila Anda berminat mengkoleksi lukisan seni karya Romo Chondro untuk menyusul para kolektor sebelumnya.
Last Updated (Saturday, 23 April 2011 01:09)
panti al-ikhlas itu bukan benaluRomo Chondro begitu masgul. Apa yang dimasgulkan? Romo prihatin terhadap praktek panti asuhan-pesantren yang mandho tangan (menengadahkan telapak tangan) atawa meminta-minta alias mengemis-ngemis bantuan. Romo Chondro menyinggung praktek mandho tangan itu bukan lantaran beliau mendanai sendiri panti asuhannya lalu ingin sok-sokan seolah dirinya orang yang kaya raya atau merasa diri lebih dari pengasuh panti-pondok lain. Sama sekali bukan, bukan itu. Last Updated (Thursday, 21 April 2011 10:35) ROMO CHONDRO: Ayahku, Guruku, Bapa Kaum Papa
tribute to Romo by: admiral araminta msn
Bermimpi bertemu Nabi saw karunia yang diidamkan setiap Mukmin. Betapa dahsyatnya karunia yang Romo terima..pengalaman reliji-nya melebihi mimpi. ‘Di sana’ Nabi saw berkenan menyambut dengan senyum tersungging agung, beliau berkenan mengimaminya shalat di Masjidil Haram bersama para Sahabat ra. Sejak itu Romo seperti digerakkan menunaikan amal-amal yang dahsyat. Last Updated (Thursday, 21 April 2011 09:22) |
VISIT panti al-ikhlas 2011 visit ke OASE RUHANI
by: laxamana MSN “…wong kang soleh kumpulono..,” (...orang yang soleh gaulilah..) Kalimat bahasa Jawa tadi kutipan dari pujian Tombo Ati, dahulu diperkenalkan waliy tanah Jawi yang mengadopsi atsar Sayyidina ‘Ali. Tombo Ati berarti obat-penawar hati. Bila hati dirundung susah, hampa, putus asa atau patah, maka ada obat-penawar hati, diantaranya dengan bergaul kepada orang yang soleh. Siapakah orang yang soleh itu? Soleh serapan dari kata shalih (bahasa Arab) yang artinya baik –lawan: thalih, buruk. Orang soleh (bahasa Arab: shaalih) berarti orang yang baik, dalam hal ini hatinya yang baik, ruhaninya berbudi. Orang budiman. Tengara orang yang soleh adalah satunya tindakan dengan ucapan dan selalu baik. Dari hati yang baik muncullah tindakan yang baik dan ucapan yang baik pula. Jaman sekarang ini semakin langka orang yang memiliki kualitas seperti itu. Jamaknya orang sekarang ucapannya terkesan baik-soleh, ternyata perbuatannya ngalor-ngidul (bertolak-belakang) dari yang ia khutbahkan. Njeng Nabi saw telah bersabda, kelak akan datang jaman bergentayangannya ulama suu’ (ulama yang busuk). Nah, bahkan nJeng Nabi saw sendiri sudah mensinyalir yang tampak shalih itu ternyata thalih meski ia berfigur ulama. Baik, mari kita lanjutkan mencari orang soleh, untuk visit dan bergaul kepadanya... Tiga Peruntukan RejekiTiap kali memperoleh rejeki dari berniaga, Salman al-Farisi ra berdisiplin mengalokasikan perolehan rejeki tadi ke tiga peruntukan. Sepertiga pertama, untuk modal niaga. Sepertiga yang kedua, untuk menafkahi keluarga. Dan seperti yang ketiga, untuk bersedekah ke kaum papa. Begitulah yang Salman amalkan, ia mendapatkannya dari ngelmu Kanjeng Nabi saw. Salman al-Farisi adalah salah satu Sahabat ra (murid Nabi saw) yang dilimpahi rahasia-rahasia ngelmu Nabi saw. ("dikutip dari buku SEDEKAH ITU NIKMAT karya Romo Chondro) Last Updated (Thursday, 21 April 2011 09:23) |
Latest News |


